Meneropong Karakter Lewat Golongan Darah

Apakah buah hati Mama Papa sangat mandiri dan pede? Coba cocokkan golongan darahnya, apakah ia bergolongan darah O? lalau kalau golongan darahnya A, perhatikan apakah si buah hati sangat perfeksionis, sangat teliti dan detail, sehingga butuh waktu cukup lama dalam mengerjakan sesuatu? Lain lagi dengan golongan darah B yang umumnya kreatif, optimis, dan ­ eksibel. Sementara golongan darah AB memiliki karakter, antara lain suka menolong dan bergaul.

Itu hanya sebagian kecil dari sekian banyak karakter berdasarkan golongan darah. Adalah ilmuwan Jepang bernama Furukawa Takeji pada tahun 1940-an dan Masahiko Nomi pada tahun 1950-an melakukan penelitian mengenai kepribadian berdasarkan golongan darah. Setelah Masahiko Nomi meninggal karena usia tua, penelitian tersebut diteruskan oleh Toshitaka Nomi, sang putra yang juga seorang ilmuwan.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat kaitan yang sangat erat antara golongan darah dengan kepribadian atau karakter seseorang. Menariknya, masyarakat Jepang sangat memercayai hasil penelitian tersebut dan kerap memanfaatkannya untuk pergaulan sosial, hubungan bisnis, ataupun relasi dalam membina karier. Bahkan, juga digunakan sebagai “panduan” dalam pengasuhan anak.

Sayangnya, riset kepribadian berdasarkan golongan darah yang dilakukan di Jepang ini, kurang dijelaskan metode penelitiannya secara lengkap, seperti: bagaimana teknik sampling untuk mendapatkan subjek penelitian, apakah variabel kontrol dalam penelitian tersebut agar subjek penelitian memiliki karakteristik yang sama (umur, jenis kelamin, SES/status ekonomi sosial, dan lain-lain), serta bagaimana teknik pengambilan datanya, termasuk validitas dan reliabilitas alat ukur kepribadian yang digunakan.

Oleh sebab itu, hasil penelitian tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut. Apalagi jika hasil penelitian itu, yang menyatakan bahwa golongan darah tertentu memiliki karakteristik tertentu, akan dijadikan pedoman di Indonesia yang memiliki nilai dan budaya berbeda dari di Jepang.

Bisa Dideteksi Sejak Bayi

Anak yang baru lahir itu ibarat kertas putih. Karakter apa yang akan dimiliki anak, bergantung pada lingkungan yang menorehkan tinta di atas kertas tersebut dan lingkungan terdekatnya adalah orangtua. Dalam bahasa lain, karakter anak lebih dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkan orangtua, peristiwa yang dialami oleh anak, dan budaya masyarakat.

Hal ini disebabkan karakter terbentuk dari proses pembelajaran dan pembiasaan, dimana proses tersebut melibatkan kemampuan berpikir anak dan kecerdasan emosi (mengenali perasaan dan mengelola perasaan), sehingga karakter akan menginternalisasi dalam diri anak bukan dari kondisi biologis, seperti golongan darah ataupun bentuk tubuh anak Karakter adalah perilaku yang dimunculkan oleh individu melalui proses penilaian atau proses berpikir.

Simak juga informasi lengkap mengenai tempat terpercaya les bahasa Jerman di Tangerang untuk anak yang ingin mahir bahasa asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *