Meneropong Karakter Lewat Golongan Darah Bagian 2

Karakter terbentuk melalui proses belajar sehingga dapat berkembang atau berubah sesuai dengan pengalaman dan bertambahnya usia. Ahli psikologi, Lickona, menjelaskan bahwa karakter memiliki 3 aspek, yaitu pengetahuan untuk mengetahui yang baik dan yang buruk, kemampuan untuk merasakan yang baik dan yang buruk, serta kemampuan untuk berperilaku yang baik atau yang buruk. Karakter tidak sama dengan kepribadian.

Kepribadian adalah beberapa komponen karakter yang tampak pada perilaku seseorang dimana perilaku tersebut cenderung konsisten dalam berbagai macam situasi. Saat di bawah1 tahun, sebenarnya orangtua sudah dapat mengenali karakter anak dan mulai mendidik anak agar memiliki karakter yang baik. Hal ini didasarkan bahwa sejak masa pascaneonatal (sekitar mulai umur 2 bulan), fungsi sistem saraf, termasuk saraf pusat, sudah berkembang sehingga anak sudah memiliki kemampuan belajar melalui interaksi dengan lingkungannya.

Oleh sebab itu, orangtua sebaiknya sudah mulai mengajarkan nilai-nilai yang baik pada anak di usia ini, mengingat nilai-nilai itulah yang akan menjadi karakter anak. Misal, saat anak menangis kesakitan disuntik, orangtua menenangkan tangisan anak dengan penuh kasih sayang. Hal ini untuk mengembangkan karakter empati terhadap penderitaan orang lain. Pada usia sekitar 10 bulan, anak mulai aktif berinteraksi dengan orangtua sehingga orangtua dapat mengajak anak untuk bermain namun sekaligus mengandung muatan edukasi, misal mengajak anak mengelap sendok makan yang akan digunakannya.

Kegiatan ini untuk menanamkan karakter bekerja sama, tolong menolong, dan menghargai orang lain dengan mengucapkan kata “terima kasih” setelah anak mengerjakan apa yang kita minta. Keterlibatan anak secara suka rela juga dapat menunjukkan karakter anak. Memasuki usia 1 tahun, anak sudah siap belajar melakukan BAB dan BAK di kamar mandi. Pada tahap ini, anak belajar mengendalikan diri, menghormati orang lain, dan tenggang rasa dengan tidak melakukan BAB di sembarang tempat.

Merujuk bahwa karakter terbentuk melalui proses belajar sehingga dapat berkembang atau berubah sesuai dengan bertambahnya usia, maka orangtua harus jeli dan cermat, apakah karakter yang dimiliki anak sudah sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Kesesuaian karakter anak dengan usianya dapat dilihat dari penguasaan anak terhadap tugas perkembangannya. Sebagaimana diketahui, setiap usia memiliki tugas perkembangan. Misal usia 2—3 tahun, sesuai dengan tugas perkembangan, maka anak di usia ini mulai belajar mengendalikan emosinya. Karena itu, masih tergolong wajar jika anak usia 2—3 tahun menunjukkan sikap tantrum atau marah yang meledak-ledak saat keinginannya tidak dipenuhi. Namun, memasuki usia 4 tahun seharusnya sikap tantrum sudah berkurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *