Ketika Ibu Hamil Kekurangan Protein

Setelah membaca berita tersebut, mungkin timbul berbagai pertanyaan pada diri Mama. Apakah kekurangan protein saat kehamilan begitu berbahaya? Bagaimana cara kita mendeteksinya? Dan yang terpenting bagaimana cara menanganinya? Nah, demi menimba informasi itulah nakita menghubungi dr. Achmad Irawan SpOG. Menurut dokter kebidanan yang akrab disapa Irawan ini, protein merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Ternyata Mam, semua proses tubuh (seperti metabolisme, enzim, hormon, pertumbuhan, dan regenerasi sel) membutuhkan protein untuk dapat berjalan dengan baik.

“Protein (bersama dengan zat penting lainnya) didapat dari sumber makanan yang kita konsumsi. Sumber makanan itu bisa berasal dari dua sumber yaitu hewani dan nabati. Jadi, kalau sampai kita kekurangan protein, berarti asupan makanan kita yang mengandung protein memang tidak mencukupi,” jelas dokter yang berpraktik di Brawijaya Women & Children Hospital ini. Nah, untuk ibu hamil sendiri, protein dibutuhkan sebagai energi bagi pertumbuhan dan perkembangan sel dan jaringan baru bagi janin dan ibunya. Irawan lantas menjabarkan pentingnya protein di setiap trimester kehamilan.

Pada trimester pertama, protein dibutuhkan untuk pembentukan jaringan otak dan organ janin. Pada trimester kedua untuk pertumbuhan janin, rahim, dan payudara ibu. Sedangkan pada trimester ketiga untuk pertumbuhan janin, penambahan volume darah ibu, dan perkembangan plasenta. Semakin tergambar ya Mam, bagaimana pentingnya protein untuk pertumbuhan janin dan juga kesehatan ibu hamil itu sendiri?

OTAK DAN OTOT TIDAK MAKSIMAL

Tentang dampak kekurangan protein pada ibu hamil, Irawan menjelaskan, ”Dalam jangka pendek, kekurangan protein selama hamil berpotensi menyebabkan tidak maksimalnya perkembangan otak, otot, dan organ tubuh janin. Sedangkan pada jangka panjang dapat menyebabkan kurangnya kemampuan belajar, kurangnya ketahanan tubuh terhadap penyakit, serta calon bayi kelak lebih berisiko terkena penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung.” Menurut Irawan, deteksi kekurangan protein pada ibu hamil memang tidak secara rutin dilakukan. “kekurangan protein dalam tubuh juga tak menimbulkan gejala yang khusus dan dapat secara langsung dirasakan oleh Ibu hamil. Mengingat asupan untuk protein bisa diperoleh secara bersamaan dengan asupan sumber makanan yang lainnya, seperti lemak, karbohidrat dan lainnya.”

Untuk mempersiapkan anak yang ingin mahir dalam berbahas asing berikan ia pelatihan di tempat kursus bahasa Perancis di Jakarta yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *