Berita Tekno – Sisi Lemah Ponsel Merek Lokal

Berita Tekno – Sisi Lemah Ponsel Merek Lokal

Beberapa tahun lalu, ponsel merek lokal memang cukup mengesalkan. Kualitasnya kurang ditambah desain yang buruk. Namun perlahan, merek lokal mulai memperbaiki produknya. Namun harganya tetap lebih terjangkau. Dengan harga lebih terjangkau, tentu ada beberapa hal yang mesti dikurangi. Nah, kecerdikan vendor ini menentukan seberapa jauh pengurangan tidak terlalu menurunkan kualitas produk. SINYAL sudah banyak menguji ponsel merek lokal dan branded dari beragam merek dan tipe. Untuk kelas yang sama, saat ini bisa dibilang kinerjanya tak berbeda banyak. Hanya di fiturfitur tertentu yang menjadi kekurangan ponsel merek lokal.

Info : Berita Teknologi Terbaru

Meskipun, ponsel merek terkenal (branded) tidak menjadi menjamin kualitasnya pasti bagus. Untuk itulah, testroom SINYAL berperan memberikan gambaran kualitas sebuah ponsel secara nyata. Untuk ponsel lokal, biasanya ada beberapa hal yang belum bisa bersaing dengan ponsel branded, seperti hal berikut. Desain mirip. Baik antar merek lokal sendiri maupun dengan merek branded. Bahkan, banyak ponsel lokal yang desainnya meniru ponsel branded yang sedang populer seperti iPhone, HTC atau Sony Xperia. Antarmuka mirip. Jika kita membeli ponsel merek lokal, harus menerima jika isinya mirip, bahkan sama persis. Ini dari segi tampilan, pilihan huruf dan ikon.

Berbeda dengan ponsel branded yang android-nya sudah dipermak menjadi lebih menarik, lebih mudah digunakan, dan terkesan eksklusif. Antarmuka Android yang sudah diotak-atik ini diberi nama khusus seperti Samsung TouchWiz, HTC Sense, Emotion UI, Sony TimeScape. Aplikasi bawaan kurang. Kalaupun ada, aplikasinya hanya diambilkan dari Google Play, bukan dibuat secara khusus. Lain halnya dengan ponsel branded yang dibekali aplikasi khusus yang melekat dan berguna seperti security, image editor, file manager, backup file, antivirus, hingga penghemat baterai. Material casing. Selain desain, seringkali material casing ponsel merek lokal memang kurang memadai. Berbahan agak kasar, tipis, kurang kuat, bahkan terkadang tidak presisi saat mengakses simcard dan baterai.

Servis center kurang. Hanya beberapa merek lokal saja yang serius menyiapkan servis center resmi, terutama di kota besar. Ini menyulitkan jika terjadi kerusakan, yang cukup sering terjadi. Kondisi ini memunculkan servis center universal yang melayani semua merek, sehingga solusinya kurang standar. Tingkat rusak cukup banyak. Setelah dipakai beberapa bulan, banyak dilaporkan kelemahan yang muncul. Misalnya layar yang redup dan sulit merespon atau tombol susah diakses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *