Desktop PC Mungil Atau Multimedia Player?

Saat pertama kali melihatnya, Anda mungkin menduga bahwa produk yang satu ini merupakan HD multimedia player. Hal tersebut tidaklah mengherankan mengingat bentuknya yang mungil dan diletakkan secara horizontal. Belum lagi, di sisi belakangnya terpasang dua buah antena yang tak kalah mungilnya. Lebih dari sebuah HD multimedia player, GIADA D310­C1037 merupakan sebuah PC berukuran mini. Untuk melakukan pemrosesan data, barebone ini ditenagai oleh prosesor Intel Celeron 1037U berkecepatan 1,8 GHz serta RAM DDR3 sebesar 4 GB.

Sedangkan untuk menyimpan data, tersedia hard disk berkapasitas 320 GB. Berbekal prosesor Intel dengan embelembel “U” membuat PC berukuran mungil ini tidak rakus daya saat beroperasi. Jika dilihat dari prosesor yang digunakan, GIADA D310­C1037 memang bukan ditujukan untuk para desainer atau gamer yang membutuhkan tingkat komputasi yang tinggi. Meski spesifikasinya tergolong minim, Anda dapat menjadikannya sebagai perangkat multimedia yang ekonomis dan minimalis. Pasalnya, Intel HD Graphics yang tertanam di dalam prosesor Intel Celeron mampu memutar film beresolusi full HD tanpa tersendat­sendat.

Selain itu, PC mungil ini juga dilengkapi dengan modul WiFi berstandar 802.11n. Selain sebagai multimedia player, Anda juga dapat menggunakannya untuk browsing serta menjalankan aplikasi perkantoran seperti word processing atau spreadsheet. Sayangnya, GIADA D310­C1037 tidak menyertakan optical drive. Padahal, pada paket penjualannya masih disertakan sebuah kepingan CD sebagai media untuk instalasi driver. Tentu hal ini cukup merepotkan ketika Anda baru meng­install sistem operasi. Tidak hanya pada saat instalasi sistem operasi saja, menonton film berformat DVD pun menjadi sulit dilakukan. Pasalnya, Anda harus menggunakan optical drive eksternal untuk meng akses seluruh koleksi DVD maupun BluRay. Untuk menyiasati hal ini, GIADA menyediakan hingga enam port USB 2.0.

Jaga Berat Badan – Tips Ibu Hamil

Jaga Berat Badan

Bila ingin segera memiliki anak, Mama dengan bobot berlebih perlu menyelesaikan PR ini terlebih dahulu: menormalkan berat badan agar tidak terlampau gemuk. Berat badan yang berlebih bisa mempengaruhi kesuburan, karena pada kondisi tersebut sistem reproduksi tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Bilapun berhasil hamil, berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan komplikasi, termasuk peningkatkan risiko diabetes, hipertensi akibat kehamilan, persalinan lama, dan kelahiran dengan operasi sesar. Tak hanya sampai disitu saja, ibu yang sedang hamil dengan berat badan yang berlebih juga dapat meningkatkan resiko obesitas dan diabetes pada anak yang akan dilahirkan nantinya. Penyakit degeneratif ini bisa muncul di masa kanakkanak atau setelah dewasa.

Apakah Mama dapat Kelebihan Protein?

“Ya, bisa,” jawab Irawan. Konsumsi protein yang terlalu tinggi sayangnya juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan karena metabolisme kelebihan asupan protein akan memperberat kerja organ tubuh lain seperti ginjal, dan metabolisme protein hewani lebih membebani dibanding protein nabati. Kondisi ini dapat berbahaya pada ibu hamil yang memiliki kelainan fungsi atau penyakit ginjal, namun kasusnya amat jarang.

Lakukan Berdua: Konsultasi Infertilitas

Beberapa dokter atau rumah sakit yang memiliki klinik infertilitas selalu menganjurkan pasien datang konsultasi bersama (suami dan istri), apalagi pada kunjungan pertama. Hal ini dilakukan agar pasien dapat mendengar bersama-sama berbagai penjelasan secara langsung. Selain itu, pemeriksaan dan penanganan infertilitas memang perlu dilakukan pada suami dan istri sebagai suatu kesatuan biologis. Biasanya dokter akan memeriksa suami dulu karena pemeriksaan suami lebih mudah dan tidak mengandung risiko. Kalau ternyata sperma suami, jumlah dan kualitasnya cukup untuk membuahi istri, baru kemudian pemeriksaan yang lebih mendalam dilakukan terhadap istri.

Rambu-rambu Memelihara Doggy

Memelihara hewan diwaktu ibu sedang hamil bisa aman dengan catatan mematuhi rambu-rambunya, yaitu: 1. Perhatikan bulu binatang. Jika Mama kebetulan alergi terhadap bulu, segeralah temui dokter untuk membicarakan obat alergi apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama kehamilan. 2. Perilaku hewan peliharaan. Sebelum si buah hati dilahirkan, sebaiknya perilaku buruk hewan peliharaan atau si doggy sebaiknya diminimalisir terlebih dahulu. Bila perilaku hewan peliharaan ini tidak diubah, kemungkinan besar ia bisa membahayakan bayi dengan menerjang, menggigit, atau menerkam.

Simak juga informasi lengkap mengenai tempat terbaik kursus IELTS di Jakarta agar siap dalam menghadapi semua soalnya.

Ketika Ibu Hamil Kekurangan Protein Bagian 2

Jadi, adanya dugaan protein yang tidak tercukupi umumnya dilihat dari penambahan pada berat badan ibu hamil yang kurang atau malah menurun. Seperti kita ketahui, kecukupan gizi ibu hamil secara sederhana akan tercermin pada penambahan berat badan yang cukup selama hamil (untuk ibu dengan indeks masa tubuh normal penambahan BB selama hamil adalah 11.5—16 kg). “Dugaan ketidakcukupan protein bisa juga muncul saat janin terpantau tidak tumbuh seperti seharusnya saat pemeriksaan rutin kehamilan,” tutur Irawan. Pada masalah seperti itu, pada biasanya dokter dan kebidanan akan bekerja secara bersama dengan dokter dari ahli gizi. Sehingga Ibu hamil bisa mengatur dan memperbaiki menu dan pola makanan setiap harinya. “Ibu hamil hendaknya juga tetap rutin memeriksakan kehamilan sesuai jadwal yang disarankan. Dengan begitulah perkembangan janinnya selalu terpantau.”

BERSIFAT INDIVIDUAL

Kebutuhan protein pada ibu hamil, menurut Irawan, bersifat individual. Akan tetapi pada umumnya yang dbutuhkan oleh tubuh adalah 15 persen protein dari makanan yang setiap hari dikonsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan yang cukup akan porsi tersebut penting ditambahkan 200-300 kkaldari kebutuhan  kalori pada wanita normal. Yakni setara engan rata-rata kebutuhan protein Ibu hamil adalah 70-80 gram setiap hari.

Pemenuhan kebutuhan gizi dan protein per hari ini dapat dilakukan dengan ilustrasi sebagai berikut: * Nasi 3/4 gelas. * Daging ayam/sapi 2 1/2 potong. * Tempe 5 potong. * Sayur 3 gelas. * Buah 2 potong. * Kacang hijau 2 sdm. * Susu 2 1/2 sdm. * Gula 1 sdm. * Minyak 2 sdm.

Irawan mengakui kualitas protein terbaik memang didapat dari protein hewani karena mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap. Lalu bagaimana menyiasati harga daging yang tengah membubung tinggi saat ini? “Asupan protein Ibu hamil yang pas atau ideal adalah 2/3 yang didapatkan dari protein hewani dan sisanya didapatkan dari protein nabati. Perlu diingat bahwa protein hewani tidak hanya didapat dari daging sapi saja, namun juga daging ayam dan produk hewani lainnya sperti telur, susu, keju, dan lainnya.” Nah, Mam mulai hari ini cukupi kebutuhan protein dengan baik yaaa!

Ketika Ibu Hamil Kekurangan Protein

Setelah membaca berita tersebut, mungkin timbul berbagai pertanyaan pada diri Mama. Apakah kekurangan protein saat kehamilan begitu berbahaya? Bagaimana cara kita mendeteksinya? Dan yang terpenting bagaimana cara menanganinya? Nah, demi menimba informasi itulah nakita menghubungi dr. Achmad Irawan SpOG. Menurut dokter kebidanan yang akrab disapa Irawan ini, protein merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Ternyata Mam, semua proses tubuh (seperti metabolisme, enzim, hormon, pertumbuhan, dan regenerasi sel) membutuhkan protein untuk dapat berjalan dengan baik.

“Protein (bersama dengan zat penting lainnya) didapat dari sumber makanan yang kita konsumsi. Sumber makanan itu bisa berasal dari dua sumber yaitu hewani dan nabati. Jadi, kalau sampai kita kekurangan protein, berarti asupan makanan kita yang mengandung protein memang tidak mencukupi,” jelas dokter yang berpraktik di Brawijaya Women & Children Hospital ini. Nah, untuk ibu hamil sendiri, protein dibutuhkan sebagai energi bagi pertumbuhan dan perkembangan sel dan jaringan baru bagi janin dan ibunya. Irawan lantas menjabarkan pentingnya protein di setiap trimester kehamilan.

Pada trimester pertama, protein dibutuhkan untuk pembentukan jaringan otak dan organ janin. Pada trimester kedua untuk pertumbuhan janin, rahim, dan payudara ibu. Sedangkan pada trimester ketiga untuk pertumbuhan janin, penambahan volume darah ibu, dan perkembangan plasenta. Semakin tergambar ya Mam, bagaimana pentingnya protein untuk pertumbuhan janin dan juga kesehatan ibu hamil itu sendiri?

OTAK DAN OTOT TIDAK MAKSIMAL

Tentang dampak kekurangan protein pada ibu hamil, Irawan menjelaskan, ”Dalam jangka pendek, kekurangan protein selama hamil berpotensi menyebabkan tidak maksimalnya perkembangan otak, otot, dan organ tubuh janin. Sedangkan pada jangka panjang dapat menyebabkan kurangnya kemampuan belajar, kurangnya ketahanan tubuh terhadap penyakit, serta calon bayi kelak lebih berisiko terkena penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung.” Menurut Irawan, deteksi kekurangan protein pada ibu hamil memang tidak secara rutin dilakukan. “kekurangan protein dalam tubuh juga tak menimbulkan gejala yang khusus dan dapat secara langsung dirasakan oleh Ibu hamil. Mengingat asupan untuk protein bisa diperoleh secara bersamaan dengan asupan sumber makanan yang lainnya, seperti lemak, karbohidrat dan lainnya.”

Untuk mempersiapkan anak yang ingin mahir dalam berbahas asing berikan ia pelatihan di tempat kursus bahasa Perancis di Jakarta yang terbaik.